Gelar Rapat Penempatan Gedung Baru Jelang Maret Mendatang,
Dugaan Dirut RSUD Dumai Paksakan Kehendak Sepihak, Apa Tanggapan Walikota?
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID - Rapat terkait persiapan pemanfaatan Gedung OK atau Ruang Operasi di RSUD Dumai, pada Selasa (8/2/2022) lalu, dikabarkan ada sejumlah tenaga medis.
Informasi terangkum, Gedung OK yang masih dalam pengerjaan ini, dikabarkan akan segera ditempati pada sekitar awal bulan Maret 2022 mendatang. Artinya, tinggal hitungan hari saja, aktivitas operasi dilingkungan di RSUD dan Gedung OK ini harus segera ditempati.
Tampak terlihat dalam postingan di Instagram RSUD Dumai, Selasa (8/2/2022), rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur Umum Syafriandi, S.Sos, M.Si dan Wakil Direkrur Pelayanan dr Ferianto, Sp.An, M.Si. Turut hadir manajemen beserta Kepala Instalasi OK, Kepala Ruangan OK, Anastesi, IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit) Gas Medis, Komite PPI dan tenaga penunjang lainnya.
Tampak rapat ini tidak langsung dipimpin Direktur drg Ridhonaldi dan dikabarkan orang nomor satu di RSUD Dumai, meminta salah satu Wadirnya Syafriandi menyampaikan kepada seluruh Nakes untuk segera menempati Gedung OK yang baru.
terlihat bahwa Gedung OK yang lama masih layak dan belum diketahui apa yang menjadi dasar untuk dilakukan pembangunan baru. Uniknya dan dikabarkan bahwa Gedung OK atau Ruang Operasi RSUD Dumai, ternyata masuk peringka penawaran terbaik di bidang pelayanan.
Tak tanggung-tanggung, Gedung OK yang baru dibangun ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp19 Miliar. Mega proyek yang bersumber melalui APBN 2021 ini, dikerjakan pada bulan Agustus 2021 lalu.
Pantauan dilapangan, tampak bangunan dalam kondisi sudah, walaupun masih tampak sejumlah pekerja sibuk 'mengotak atik' dilokasi. Masih tampak berserakan limbah disekitar bangunan gedung.
Dikabarkan, proyek pembangunan Gedung OK ini tidak siap sesuai dengan kontrak kerja dan seharusnya sudah selesai pada Desember 2021.
Saat dikonfirmasi Wadir Umum RSUD Dumai Syafriandi, Sabtu (12/2/2022), belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan penempatan gedung yang dikabarkan belum memenuhi standar.
Dugaan kuat Direktur RSUD Dumai Ridhonaldi tanpa kehendak sepihak untuk segera menempati bangunan Gedung Ruang Operasi (OK). Selanjutnya, dikabarkan jika tidak segera ditempati, bahwa adanya bunyi 'ancaman' dari Dirut RSUD tidak akan didirikan oleh tenaga kesehatan (nakes).
Padahal diketahui, tingkat kelayakkan fasilitas belum memenuhi standar dari Kementerian Kesehatan dan PMK.
Dikabarkan, dugaan pemaksaan pemakaian Gedung OK yang baru oleh Dirut RSUD ini sudah sampai telinga Walikota Paisal. (*)
Penulis: Edriwan


Berita Lainnya
Darah Mengalir di Selokan, Pria Pemilik Salon Tewas Menggenaskan di Rumahnya
Pembeli BBM Subsidi Pertalite Menggunakan Jerigen Sebut Telah Mendapat Izin dari KSOP Dumai
Ombudsman: Setiap Kedinasan Wajib Berikan Pelayanan Publik yang Memuaskan
Kepala Bappeda Subulussalam Tuding Defisit Anggaran Merupakan 'Warisan' Pemerintah Sebelumnya
program vaksin campak dan rubella
Masyarakat Pelintung Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan TMMD Ke-107 Reguler
Camat Pagedangan Hadiri Sertijab Kades Lengkong Kulon
LPPD Gelar Rapat Besar dan Siapkan Mimbar Bebas Refleksi 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota
Harimau Penghuni di Singka Zoo Berhasil Dilumpuhkan
Warga Sukanegara Minta Perhatian Dari Pemerintah Desa
Upaya Selesaikan Konflik Lahan, Bupati Siak Lakukan Pembahasan Bersama BPN
Ratusan Mahasiswa Meranti Demo Tolak Omnibus Law, Situasi Sempat Memanas