PILIHAN
Terkait Aksi Mogok Kerja Sejumlah dokter, Aci: Itu Bentuk Aspirasi dalam Mengoptimalisasi Pelayanan RSUD Dumai
Dumai (PantauNews.co.id) – Mogok kerja yang dilakukan sejumlah dokter spesial RSUD Kota Dumai selama dua hari dari tanggal 27 s/d 28 Januari 2020, saat ini (29/01/2020) pelayanan sudah kembali pulih. Seperti dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai Herdi Saliaso, bahwa suasana dan para dokter sudah kembali bekerja seperti biasanya.
“Syukur Alhamdulillah, pada hari ini seluruh dokter sudah mulai bekerja seperti biasa,†kata Herdi Salioso Rabu (29/01/2020).
Terkait mogoknya para dokter, banyak sebagian kalangan menimbulkan berbagai berasumsi. Mulai asumsi dari ketidakmampuan seorang Dirut memimpin RSUD Dumai, adanya disharmonisasi antara dokter dengan Dirut hingga muncul opini terkait adanya pelanggaran kode etik kedokteran.
Lumpuhnya pelayanan medis di RSUD Dumai hingga banyak pasien yang datang dan kembali langsung pulang akibat poliklinik tutup. Banyak pasien yang terlantarkan akibat aksi yang kurang mendapat tanggapan dari managemen RSUD Dumai.
Pantauan dilapangan, banyak yang beranggapan terkait dengan mogok kerja sejumlah para dokter ini, masyarakat yang ingin berobat disaat itu merasa kecewa dengan kejadian tersebut. Hingga muncul anggapan pelayanan yang buruk ditubuh RSUD Kota Dumai dengan banyak terjadinya penolakan pasien.
Mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Dumai melalui langsung dihadiri Sekretaris Daerah Herdi Salioso beserta jajaran Dinas Kesehatan Kota Dumai. Rapat tertutup yang dilakukan dengan seluruh jajaran managemen RSUD Kota Dumai, langsung mendengar aspirasi 35 dokter spesialis yang melakukan mogok kerja tersebut, Selasa (28/01/2020).
Rapat tertutup, dari DPRD Dumai juga dihadiri Agus Purwanto, Johannes MP Tetelepta dan Muhammad Al Ichwan Hadi. Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra yang biasa akrab disapa Aci ini mengungkapkan kekecewaan dengan kejadian tersebut.
“Seharusnya ini tidak terjadi, jika pihak manajemen memahami aturan. Saya beranggapan aksi mogok ini adalah sebuah aspirasi yang ingin disampaikan oleh sejumlah dokter kepada pihak manajemen,†ucap Aci.
Aci juga menambahkan, persoalan mogok kerja ini karena dokter menilai manajemen semena-mena dalam pelayanan dan pengelolaan komite medis. Mereka hanya ingin pelayanan RSUD lebih dioptimalisasikan, karena keluhan pasien bukan langsung kepada pihak manajemen, malahan kepada dokter yang bersangkutan.
“Manajemen buka ruangan dulu dan persoalan komite silakan berunding untuk duduk satu meja mencarikan solusi,†kata Johannes.
Lanjutnya, dokter mogok kerja adalah hak dan tidak ada persoalan, namun hendaknya tidak diperpanjang agar hak publik tidak terabaikan dan tidak ada yang dirugikan. Siapapun punya hak untuk melapor, termasuk dokter, tapi jangan berpanjangan karena yang dikuatirkan hak publik dirugikan, dan persoalan ini agar segera dicarikan solusi.
“Ujung tombak di RSUD adalah para dokter dokter tersebut, mereka ingin optimalisasi serta pelayanan terhadap pasien dapat ditingkatkan termasuk obat obatan yang jarang tersedia di RSUD Dumai,†pungkas Aci dengan nada kesal.
Penulis: Edriwan




Berita Lainnya
Pemerhati Minta Walikota Tuntaskan Polemik Pasar Kelakap Tujuh, Mufaidnuddin: Jangan Ada yang Cuci Tangan
Jokowi Berhentikan Komisioner KPU Evi Novida Ginting dengan Tidak Hormat
Komunitas Grup FB Info Pariaman dan Padang Pariaman Taja 'Nobar' LIDA Indonesia
Silaturahmi dan Peduli Bersama Zero 42 Sepolwan 30 Serahkan Bantuan Ke Anak Yatim Dan Dhuafa
Pertikaiannya dengan Kadisdukcapil Kota Dumai, Ismail Sebut Suardi 'Kacang Lupa Kulit'
Pemulihan Ekosistem TNTN Dimulai, Danrem 031/WB Tegaskan Peran Strategis TNI dalam Reforestasi
Tempuh Jalur Pra Peradilan, Eduard Manihuruk: Untuk Menguji 2 Alat Bukti atas Penetapan Tersangka Narso
Subsidi LPG 3Kg Mau Dicabut, Marwan: Negara Ini Gagal
Wisuda Tahfizh Qur'an SDIT Ath-Thaariq Muhammadiyah 1 Dumai Angkatan VI: Mengukir Prestasi dengan Cahaya Al-Qur'an
Belum Launching, Komunitas Tingwe 3421 di Cimone Jaya Kota Tangerang Diserbu Pembeli
Napi yang Ingin Kabur, Rutan Dumai: Masih dalam Perkarangan Saat Diamankan
KNPI Riau Desak KPK Periksa Syamsuar dan Edy Natar Terkait Polemik Dana CSR