• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Kerap Mengeluarkan Asap Hitam dari Cerobong Pabrik, PT. NPL Diduga Lakukan Pencemaran Udara

PantauNews

Senin, 05 Agustus 2019 20:30:00 WIB
Cetak



Dumai, (Pantaunews.co.id) – Salah satu perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit, PT.Nagamas Palmoil Lestari (NPL) yang berada dikawasan PT. Pelindo I Cabang Dumai, diduga membuang asap beracun keudara.

Pantauan awak media yang menyaksikan langsung, Senin (05/08/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, tampak asap hitam pekat keluar dari corong pembuangan di pabrik PT. NPL Dumai.

Dari dalam cerobong asap pabrik, gas buang dari pengolahan sawit membuat udara disekitar kelurahan yang berdekatan kawasan pelabuhan PT. Pelindo, seperti daerah Ring Satu Kelurahan Dumai Kota, Laksamana dan Buluh Kasap terkena imbasnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Humas PT. NPL, Ardiansyah terkait Asap hitam yang kerap hampir selalu mengeluarkan asap yang diduga beracun ini keluar dari corong pembakaran pabrik, namun hanya ditanggapi datar saja.

“Terima kasih infonya,” ungkap Ardiansyah via WhatApps.

Salah seorang masyarakat, Abdullah yang biasa akrab disapa Wak Dul mengatakan bahwa asap hitam tersebut diduga akibat pembakaran cangkang yang basah.

"Menurut pandangan saya, operator memasukan cangkang yang basah pada mesin boiler sebagai pembangkit tenaga pembakaran, makanya asap yang keluar dari cerobong pabrik mengeluarkan asap hitam,” ungkap Wak Dul, pensiunan salah satu BUMN terbesar di Indonesia.

Wak Dul juga menambahkan, asap hitam tidak dapat dibiarkan karena sudah mencemari udara. Meski belum dapat mematikan  apakah pencemaran  ringan, sedang, atau berat, tetapi Wak Dul mendesak pemerintah, uji kualitas udara di pabrik itu.

“Perlu diketahui, apakah pembuangan asap pekat hasil pengolahan sawit itu sesuai SOP atau tidak,”lugas Wak Dul.

Jika dilihat dari foto yang ditunjukkan, itu termasuk pencemaran udara. Ada dugaan pembuangan tidak sesuai SOP Pemerintah dan harus dilakukan croscek, apakah ada regulasi di pabrik.

“Jika tidak, ada yang salah. Jika melanggar, tindak tegas.” tegas Wak Dul.

Sumber pemberitaan online yang dilansir dari mongabay.co.id, kejadian yang sama beberapa tahun yang lalu di dua PTPN BUMN yakni PTPN IV Unit Adolina, Kabupaten Deli Serdang, dan PTPN III PKS Sei Silau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kusnadi Oldani, Direktur Eksekutif Walhi Sumut pernah mengatakan pemerintah harus mengecek instalasi pengamanan gas buang.

"Apakah berfungsi atau tidak, dalam evaluasi dan penyelidikan nanti, katanya, pemerintah harus bisa memastikan, apakah gas buang di bawah baku mutu,” pernyataan Direktur Eksekutif Walhi Sumut disalah satu media online saat itu. Kusnadi juga mengatakan saat itu bahwa harus dicek juga dokumen laporan berkala dilakukan atau tidak.

Harus pastikan ketinggian cerobong asap lebih tinggi dari pembuangan gas beracun itu. Penyebab gas buang dari cerobong asap pabrik pekat  kuat dugaan karena ada kerusakan alat dust colektor. Ini bagian dari kelengkapan boiler, berfungsi sebagai pemisah antara abu dengan asap hasil pembakaran dari sisa pengolahan sawit. Kejadian yang diduga kemungkinan kecorobohan operator yang tidak menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan DLH dan Kementerian Tenaga Kerja yang dilarang keras membuang debu hitam pekat atau gas sisa hasil pengolahan sawit ke alam bebas.

Kusnan juga menambahkan bahwa sisa bahan pembakaran mengandung asap itulah dibuang ke atas melalui cerobong asap. Jika bahan bakar basah, akan mengandung air hingga menyebabkan asap hitam pekat. Kala bahan bakar kering, asap berwarna putih seperti gas disebut gas bekas.

Fauzi, Peneliti dan Analisis juga menanggapi bahwa ada ketentuan baku soal proses pengolahan buah sawit di pabrik. Kasus di PTPN Adolina dan PTPN III, seharusnya tak boleh terjadi. Sebab, pencemaran udara membahayakan manusia dan makhluk hidup lain.

“Harus pengecekan alat, jika bagus, ada dugaan operator tidak bekerja dengan benar,” kata Fauzi yang dilansir dari media Mongabay.co.id beberapa tahun yang lalu.(red)



[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Serahkan Sang Saka Merah Putih, Kapolda Riau Lepas Penugasan Brimob BKO Polda Papua

Ratusan Takjil Diberikan Kepada Pengguna Jalan, Dhovan Oktavianton : Bentuk Kepedulian Pada Masyarakat

Perjuangkan Putra Janda Miskin di Rohul, Ketua KNPI Riau Apresiasi Wartawan Senior dalam Penegakan Keadilan

Tjahjo Sebut Tenaga Honorer Jadi 'Beban' Pemerintah Pusat

Penerapan Bio Diesel 20 Hemat Devisa Negara

Indra Sjafri Tolak Tawaran Sejumlah Klub demi Bantu Shin Tae-yong

Pengobatan Kanker Hati Bakal Ditemukan

Pesona Wisata Alam Pulau Kelor Yang Masih Perawan Nan Sensual

Coffe Morning Bersama Insan Pers, Pelindo Dumai Berharap Hubungan Semakin Baik

Kekuatan Komunikasi Kepemimpinan yang Menggerakkan Rakyat

MERK IKAN SALAI LELE MAJOSINDO JADI INCARAN PENIKMAT.

Ketua PA 212 Akan Tegur Anies soal Penghargaan Diskotek

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 226 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1886 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 501 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved