Tokoh Muda Dumai Ales Saprijon Berikan Dukungan Penuh kepada Pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto untuk Pilgub Riau 2024
PANTAUNEWS, DUMAI - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2024 semakin mendekat, dan dukungan politik mulai mengalir deras. Kali ini, dukungan penuh datang dari Ales Saprijon, seorang tokoh muda potensial yang memiliki pengaruh besar di masyarakat Dumai, sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Dumai Timur, saat dijumpai dikediamannya selasa 13/8/2024.
Ales Saprijon secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sesuai dengan perintah partai yang akan bertarung pada 27 November 2024 mendatang.
Ales Saprijon melihat Abdul Wahid sebagai figur yang tepat untuk memimpin Riau ke depan. Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan daerah pemilihan Riau, Abdul Wahid memiliki rekam jejak yang mumpuni di bidang politik dan pemerintahan. Lahir di Belaras pada 21 November 1980, Abdul Wahid telah meniti karir politiknya sejak lama, mulai dari menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB di DPRD Provinsi Riau hingga menjadi Direktur di PT. Malay Nusantara Cipta.
" Selain pengalaman politik yang panjang, Abdul Wahid juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat provinsi. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang Pendidikan Islam dan Ilmu Politik, ia dianggap mampu membawa perubahan positif bagi Riau," Jelasnya.
Sementara itu, SF Hariyanto, calon Wakil Gubernur yang mendampingi Abdul Wahid, juga tidak kalah berprestasi. Lahir pada 30 April 1965, SF Hariyanto adalah seorang birokrat yang kini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Riau. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Riau sejak 2021. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang Teknik Sipil, SF Hariyanto diyakini mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di Riau.
Menurut Ales Saprijon, pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto adalah kombinasi yang sempurna untuk memimpin Riau ke depan.
"Mereka memiliki pengalaman, integritas, dan visi yang jelas untuk memajukan Riau. Saya yakin di bawah kepemimpinan mereka, Riau akan semakin maju dan sejahtera," ujarnya.
Dukungan dari Ales Saprijon ini tentunya menjadi angin segar bagi pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto. Dengan jaringan kuat yang dimiliki Ales di Dumai dan pengaruhnya di PDI Perjuangan, dukungan ini diprediksi akan meningkatkan elektabilitas pasangan tersebut, terutama di kalangan pemilih muda dan masyarakat Dumai.
Pernyataan dukungan ini juga menegaskan bahwa persaingan dalam Pilgub Riau 2024 semakin ketat, dengan berbagai tokoh politik dan masyarakat yang mulai menyatakan pilihan mereka. Kini, masyarakat Riau hanya tinggal menunggu waktu untuk menentukan siapa yang akan memimpin provinsi ini dalam lima tahun ke depan.
Ales juga mengatakan insyaallah suara masyarakat Kota Dumai pada khususnya bisa 50 sampai 55 persen adalah untuk Abdul Wahid dan SF Hariyanto.(dd)


Berita Lainnya
AHY Sebut Agung Nugroho Peserta Fit and Proper Test Riau 'One of The Best'
Pertemuan Calon Wakil Walikota Sugiarto Bersama Masyarakat Teluk Binjai: Fokus Pada Keberkelanjutan Perbaikan Infrastruktur
Ratna Machmud - Suwarti Resmi Pimpin Kabupaten Musi Rawas
Nuzulul Quran 1442 H, AHY: Mari Jadikan Nilai-nilai Dalam Al-Quran Sebagai Rujukan Kehidupan
PAJERO: Pasangan Kandidat Yang Mengguncang Pilkada Kota Dumai
Ketua Serikat Pekerja Nasional Kota Dumai Himbau Kepada Anggota Dan Kader Pantau Praktek Money Politic
Senam Sehat Perindo Dumai, Antonius Nainggolan Mulai 'Panaskan' Mesin Partai
Dalam Kondisi Sedang Berpuasa, H Paisal Sampaikan Komitmen Untuk Dumai Lebih Baik
Kesal Ditanya Kapan Menikah, Pria di Kampar ini Tega Bunuh Kekasihnya
Paisal-Sugiyarto Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2025-2030
Pertemuan Anies dengan Koalisi Perubahan Bahas Harapan Rakyat, Tegaskan Cawapres Dari Internal Koalisi
Ketua Dewan Pakar DPP PJS Apresiasi Langkah Kejagung Atas Penetapan Tersangka dan Penahanan Menkominfo