PILIHAN
Tangis Sang 'Ratu' Keraton Sejagat Saat Ditanya Makam Janin di Sleman
Yogyakarta (PantauNews.co.id) - 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia (41) terus menangis saat ditanya soal keberadaan makam di kontrakan 'Raja' Toto Santoso di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polisi pun belum bisa menggali keterangan soal makam yang diduga janin dari 'Ratu' Fanni.
"Nangis kalau ditanya itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Budi Haryanto di ruang kerjanya, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (20/01/2020).
Keberadaan makam itu mulanya diketahui warga yang curiga dengan gundukan di areal kontrakan Toto di jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Sleman, DIY. Gundukan tanah berada di sisi sepetak tanah kosong di depan bangunan yang disebut Pagelaran Pisowanan, biasa digunakan untuk menggelar pertemuan para pengikut 'Raja' Toto.
Sepintas, makam itu terlihat seperti gundukan tanah berukuran sekitar 50 sentimeter yang dikelilingi batu warna putih sebagai penanda. Makam berada persis di depan pagar putih dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.
Di rumah kontrakan itu 'Raja' Toto tinggal bersama 'Ratu' Fanni. Rumah kontrakan juga Toto gunakan sebagai tempat berjualan angkringan. Keterangan soal makam janin itu disampaikan penanggung jawab rumah kontrakan Toto dan Fanni, Mursinah.
Kepada Pj Kepala Desa Sidoluhur Sudarmanto, Mursinah mengaku janin yang dikubur berusia sekitar tiga bulan. Diduga 'Ratu' Fanni mengalami keguguran sehingga janin dimakamkan di areal kontrakan.
Budi mengaku Polda Jateng belum bisa mendalami soal makam janin tersebut karena lokasinya berada di Yogyakarta. Namun, dia membenarkan ada saksi yang mengatakan janin tersebut dikubur Fanni dengan dibantu orang lain.
"Keguguran atau tidak belum tahu, kami tidak mengarah ke sana, TKP-nya Yogya. Tapi memang ditemukan dalam kendil itu masih berupa gumpalan daging, dan pembantunya mengatakan itu dari si Fanni," jelasnya.
Keberadaan makam di areal kontrakan Toto menuai protes warga. Mereka akhirnya memindahkan makam janin itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Penggel, Dusun Pare Dua, Desa Sidorejo, Godean, Sleman, Jumat (17/01).
Janin itu diketahui telah diberi nama oleh 'Raja' Toto, yakni Cakradara. Prosesi pemindahan janin dilakukan aparat desa setempat bersama pemangku agama .
Budi menambahkan,'Raja' Toto dan 'Ratu'Fanni yang telah berstatus tersangka kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat itu hari ini akhirnya mengakui mereka berimajinasi atau kini ngetren disebut 'halu'. Toto dan Fanni mengakui kerajaan mereka hanya khayalan.
Rencananya polisi bakal menggandeng psikolog dan psikiatri untuk memeriksa kondisi Toto dan Fanni.
"Ahli psikologi tetap akan dipanggil, akan dilihat kondisinya," ujar Budi.
Sumber: Detik.com



Berita Lainnya
Siap Bagi-bagikan Masker, Dalam Waktu Dekat Paklong Gamal Salurkan Bantuan Paket Sembako
Urun Rembug Ngumpul Bareng Ormas Bersama Kodim 0715/Kendal
PAC PP Dumai Timur Adakan Kegiatan Silaturahmi, Sebastian Jambak : Kita Kuat Kalau Kita Bersama
Bersama Yamaha, Halaman Ex. Walikota Dumai digoyang Wulan LIDA dan Ipank
AWDI Ucapkan Selamat dan Sukses Milad Ke 8 Tahun FORWAT
Yulia Putra: Mohon Maaf Lahir Dan Batin
Dilantik Oleh Plt Gubernur Aceh, Muzakkar A Gani Resmi Jadi Bupati Bireuen
Dukung Program TNI Terkait Kelestarian Lingkungan, PT KPI RU Dumai Hadiri Acara Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia
Oknum Honerer Akui Terima Uang Terima Kasih Dana BOP, Namun Sekdisdik Pekanbaru Berdalih
Polres Dumai Laksanakan Program Ketahanan Pangan
PJC Kembali Adakan Pelatihan Jurnalis Tingkat Pempred Se Riau
Budidaya Ikan Hias Milik Ahli Waris Amat Bin Kaian Mulai Diminati Masyarakat