
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Dumai, Dedy,
PANTAUNEWS, DUMAI – Sejumlah siswa SDN 013 dan SDN 015, Kelurahan Buluh Kasap, Kota Dumai, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui program MBG. Sejumlah siswa yang mengalami gejala diduga keracunan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Dumai, Dedy, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya, kami membenarkan adanya kejadian siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG sebanyak 35 orang siswa yang terpantau hingga kini,” ujar Dedy.
Dedy menjelaskan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung bergerak menuju dapur MBG yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Dumai. Petugas kemudian mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Selain mengambil sampel makanan, kegiatan operasional sementara di dapur MBG tersebut juga dihentikan hingga proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai dilakukan.
“Kami selaku Koordinator SPPG Kota Dumai sangat menyayangkan kejadian ini. Kami langsung mendatangi dapur yang menyediakan makanan MBG untuk sekolah tersebut dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” jelasnya.
Dedy menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan dan berkoordinasi bersama tim satgas MBG Kota Dumai dalam hal ini ada pihak dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikam, BPPOM serta Polres Kota Dumai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Laporan terkait kejadian itu juga telah disampaikan kepada pihak terkait di tingkat Provinsi Riau.
“Untuk sementara, dapur MBG tersebut ditutup sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan keluar,” katanya.
Menurut Dedy, langkah selanjutnya akan dilakukan setelah hasil laboratorium diterima dan proses penyelidikan selesai. Pihak SPPG Kota Dumai akan berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait sanksi atau tindakan yang akan diberikan apabila ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian.
“Jika nantinya terbukti terdapat kelalaian dari pihak dapur yang mengakibatkan kejadian seperti ini, tidak menutup kemungkinan dapur tersebut akan ditutup secara permanen,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat Kota Dumai untuk bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penyelidikan dari pihak berwenang agar penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti.
“Kami selaku koordinator di Kota Dumai menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami berharap masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan,” tutup Dedy.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti siswa mengalami gejala yang diduga keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.