
BAGANSIAPIAPI, PANTAUNEWS - Merasakan Tidak Pernah Adanya Paksaan, Pengawas dan Petugas Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pemaksaan terhadap petugas kebersihan dan petugas taman untuk mengikuti kegiatan Tari Zapin Bagan dalam rangka pemecahan Rekor MURI, salah satunya adalah Ummi Kalsum, Jumat (24/7/2026).
Ummi Kalsum menyampaikan bahwasanya pengawas dan Petugas yang bekerja di Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir tidak ada yang namanya paksaan untuk mengikuti kegiatan tari zapin maupun kegiatan lainnya, tetapi itu murni atas kemauan masing-masing individu, kegiatan itu Malah disambut dengan rasa bahagia dan merasa bangga karena diikut sertakan dalam kegiatan tarian Zapin tersebut.
" Kami tidak pernah merasakan adanya paksaan untuk mengikuti kegiatan Tarian Zapin maupun kegiatan lainnya, ini murni atas kemauan kami sendiri, dengan kegiatan ini kami malah merasa bahagia dan merasa bangga,karena kami sebagai pengawas dan Petugas juga diikut sertakan dalam Tarian Zapin Bagan ini, dan Alhamdulillah kabupaten Rokan Hilir berhasil meraih prestasi yang membanggakan dengan memecahkan rekor MURI," Ucap Ummi Kalsum.
Sebelumnya Kadis Lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir Suwandi SSos juga telah memberikan klarifikasi kepada media bahwasanya pihaknya tidak pernah melakukan pemaksaan kepada para petugas untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para petugas merupakan bentuk partisipasi sukarela dan dukungan terhadap upaya mengharumkan nama Kabupaten Rokan Hilir melalui pelestarian budaya daerah.
" Kami tidak pernah memaksa ibu-ibu petugas kebersihan maupun petugas taman untuk mengikuti kegiatan Tari Zapin Bagan. Mereka hadir atas kemauan sendiri dan dengan penuh semangat ingin berpartisipasi dalam kegiatan pemecahan Rekor MURI. Bahkan mereka merasa bangga dapat menjadi bagian dari sejarah dan prestasi yang diraih Kabupaten Rokan Hilir,” Tegas Suwandi.
Ia menjelaskan bahwa selama rangkaian persiapan dan pelaksanaan kegiatan tidak ada instruksi maupun ancaman sanksi bagi petugas yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Sebaliknya, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Tari Zapin Bagan yang melibatkan ribuan penari.
" Intinya tidak ada pemaksaan. Bahkan ibu-ibu yang usianya sudah lanjut tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk ikut menari. Mereka hadir dengan rasa bangga karena dapat berkontribusi dalam kegiatan budaya yang membawa nama baik daerah,” Ujarnya.
Suwandi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program-program pemerintah daerah yang bertujuan mempromosikan budaya, memperkuat persatuan, serta meningkatkan citra positif Kabupaten Rokan Hilir di tingkat nasional maupun internasional.
“ Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah yang membawa manfaat bagi daerah. Keberhasilan Tari Zapin Bagan memecahkan Rekor MURI merupakan prestasi yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Rokan Hilir, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi generasi penerus yang akan mewarisi kekayaan budaya daerah ini,” Katanya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Rokan Hilir memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.
“ Kami berharap prestasi ini menjadi momentum untuk semakin mencintai budaya daerah serta mempererat rasa persatuan dan kebanggaan sebagai masyarakat Rokan Hilir,” Tutup Suwandi, (Rls HK/HSY).