Menembus Pulau demi Senyum 115 Anak, PT ITA dan Yayasan Bakrie Amanah Jemput Bola Layanan Khitan

Kamis, 02 Juli 2026

PANTAUNEWS, SIAK - Bagi sebagian keluarga di daerah kepulauan, perjalanan menuju tempat khitan bisa lebih rumit daripada proses khitan itu sendiri. Jarak antardesa yang dipisahkan perairan serta kondisi sebagian ruas jalan yang belum memadai membuat akses menuju fasilitas kesehatan tidak selalu mudah. Kondisi itulah yang mendorong PT Imbang Tata Alam (ITA) bersama Yayasan Bakrie Amanah menghadirkan layanan khitan gratis dengan pola jemput bola hingga ke pelosok.

Melalui program Khitanan Massal Untuk Negeri 2026, sebanyak 115 anak mengikuti layanan khitan gratis di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak pada 27 Juni hingga 2 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Imbang Tata Alam ini diperkirakan memberikan manfaat ekonomi sekitar Rp115 juta bagi keluarga penerima manfaat.

Pelayanan dilaksanakan di enam titik yang tersebar di Kecamatan Merbau, Tebing Tinggi Barat, dan Sungai Apit. Lokasi dipilih sedekat mungkin dengan tempat tinggal peserta agar keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya dan waktu lebih besar untuk memperoleh layanan.

Sebanyak 30 anak mengikuti khitan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan diikuti 39 anak di Kecamatan Merbau dan 46 anak di Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Seluruh peserta ditetapkan melalui pendataan bersama pemerintah desa dan UPT Puskesmas setempat.

EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan pendekatan jemput bola dipilih untuk menyesuaikan karakter wilayah operasional PT Imbang Tata Alam yang tersebar di kawasan pesisir dan kepulauan.

"Khitanan Massal Untuk Negeri merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Imbang Tata Alam. Sebagai perusahaan hulu migas yang beroperasi di kawasan pesisir dan kepulauan, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat yang menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau," ujar Iman.

Manfaat kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh warga. Dahlia, salah seorang orang tua peserta dari Kelurahan Teluk Belitung, mengaku program itu sangat membantu karena keluarganya tidak lagi terbebani biaya khitan.

"Program ini sangat kami tunggu karena anak-anak bisa dikhitan secara gratis sekaligus mendapatkan perlengkapan dan uang saku. Kami merasa sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," katanya.

Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung, dr. H. Suhadi, menilai pendekatan jemput bola menjadi solusi yang tepat bagi wilayah dengan akses pelayanan yang terbatas. Menurutnya, kehadiran tim medis di desa memberikan rasa aman bagi orang tua karena anak-anak dapat langsung memperoleh penanganan tanpa harus melakukan perjalanan setelah menjalani khitan.

"Kami sangat mengapresiasi langkah PT Imbang Tata Alam yang menghadirkan layanan langsung ke desa-desa. Dengan kondisi geografis yang menantang, pendekatan seperti ini memudahkan warga memperoleh pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Sebelum kegiatan berakhir, panitia mengundi dua doorprize berupa satu unit skuter dan satu unit mobil mainan yang disambut antusias para peserta. Bagi anak-anak, hadiah tersebut menjadi penutup yang menyenangkan dari pengalaman yang akan terus mereka kenang.***