Pasar Murah Digelar Koperasi Merah Putih Teluk Binjai, Warga Berburu Minyak Goreng di Tengah Harga Melonjak

Sabtu, 18 April 2026

PANTAUNEWS, DUMAI — Di tengah keluhan masyarakat atas kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng di pasaran, Koperasi Merah Putih Kelurahan Teluk Binjai  Kota Dumai ,Riau  mengambil langkah nyata dengan menggelar kegiatan pasar murah yang langsung disambut antusias warga. 

Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada Jumat, 18 April 2026 hingga Minggu, 20 April 2026, dengan fokus utama penjualan minyak goreng bersubsidi yang ditawarkan dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar. 

Sejak pagi hari, warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Mereka rela antre demi mendapatkan kebutuhan pokok yang belakangan semakin sulit dijangkau. Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, akibat fluktuasi harga bahan pokok. 

Ketua Koperasi Merah Putih, Rita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian koperasi terhadap kondisi masyarakat saat ini. 

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat mulai kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang wajar. Karena itu, koperasi hadir untuk membantu meringankan beban mereka,” ujarnya. 

Ia menegaskan, pasar murah ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok di tingkat lokal. 

Senada dengan itu, Sekretaris Koperasi, Rafi, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan stok selama kegiatan berlangsung, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan. 

“Kami berupaya menjaga distribusi tetap merata dan tertib, agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan minyak goreng murah ini,” jelasnya. 

Sementara itu, Bendahara Koperasi, Ales Saprijon , menyebutkan bahwa harga yang ditawarkan dalam pasar murah ini telah disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat, tanpa mengesampingkan keberlanjutan operasional koperasi. 

Langkah yang dilakukan Koperasi Merah Putih ini dinilai sebagai bentuk respon cepat terhadap situasi pasar yang tidak stabil. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sinyal bahwa peran koperasi di tingkat kelurahan masih sangat relevan sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. 

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, bahkan diperluas ke komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga. Jika tidak, kekhawatiran akan semakin tingginya beban hidup masyarakat bisa menjadi persoalan yang lebih serius ke depan. 

Dengan kondisi harga minyak goreng yang cenderung tidak menentu dan mulai langka di pasaran, inisiatif seperti ini bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.