
Israel Mencekam: Rudal Iran Terus Menghantam, Bandara Ben Gurion Dipenuhi Warga yang Ingin Kabur
PANTAUNEWS, TEL AVIV – Situasi mencekam akibat eskalasi konflik antara Iran dan Israel memicu kepanikan warga di Israel. Ribuan orang dilaporkan memadati Ben Gurion Airport untuk mencoba meninggalkan negara tersebut setelah rentetan serangan rudal menghantam wilayah sekitar Tel Aviv. 
Media The Times of Israel melaporkan, sejumlah penumpang yang telah berada di bandara sejak Senin (9/3/2026) tidak diizinkan naik ke pesawat meskipun telah memiliki tiket penerbangan. Hal ini terjadi karena otoritas penerbangan Israel memberlakukan pembatasan ketat jumlah penumpang dalam setiap penerbangan internasional yang diizinkan berangkat dari negara tersebut.
Pembatasan tersebut diterapkan sebagai langkah keamanan menyusul serangan rudal yang terus-menerus diluncurkan Iran ke berbagai wilayah Israel, termasuk kawasan metropolitan Tel Aviv.
Kuota Penumpang Dibatasi Ketat
Dalam laporan yang sama disebutkan, setiap pesawat yang diizinkan berangkat hanya diperbolehkan mengangkut sekitar 50 hingga 70 penumpang, jauh di bawah kapasitas normal pesawat komersial.
Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi serangan mendadak terhadap fasilitas vital, termasuk bandara.
Akibatnya, banyak penumpang yang telah datang lebih awal ke bandara terpaksa menunggu tanpa kepastian, bahkan sebagian harus membatalkan rencana keberangkatan karena tidak mendapatkan kursi pada penerbangan yang tersedia.
Situasi ini memicu kerumunan panjang di area keberangkatan bandara. Sejumlah laporan menyebutkan terjadi kepanikan dan frustrasi di antara para penumpang yang ingin segera keluar dari Israel di tengah ancaman serangan militer.
Bandara Internasional Tersibuk Israel
Bandara Ben Gurion merupakan bandara internasional utama Israel dan menjadi pusat mobilitas paling penting bagi perjalanan keluar masuk negara tersebut.
Bandara yang terletak sekitar 20 kilometer dari Tel Aviv ini biasanya melayani puluhan juta penumpang setiap tahun dan menjadi hub utama penerbangan internasional Israel.
Namun dalam situasi darurat keamanan saat ini, operasional bandara tidak berjalan normal. Otoritas penerbangan Israel dilaporkan sempat menutup wilayah udara negara itu sebelum kemudian membuka kembali secara terbatas dengan pengawasan ketat.
Konflik Memanas
Eksodus warga ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran. Serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran disebut sebagai respons atas operasi militer Israel sebelumnya yang menargetkan kepentingan Iran di kawasan.
Rentetan serangan tersebut memicu sirene peringatan udara di berbagai kota Israel dan membuat pemerintah menetapkan langkah-langkah darurat untuk melindungi warga sipil.
Di tengah situasi keamanan yang belum stabil, banyak warga Israel dan warga asing yang memilih meninggalkan negara itu sementara waktu hingga kondisi kembali aman.